Butuh review atau referensi
wisata di Jogakarta? Butuh wisata yang bisa buat seru-seruan sama temen-temen
atau keluarga? Butuh wisata yang engga ada edukasinya juga? Selamat anda ada di
bacaan yang tepat (hehehe).
Review kali ini akan membahas
mengenai Rumah Partoredjan dan Desa Ekowisata Pancoh. Karena yang akan saya
review terbagi menjadi dua maka akan dijabarkan satu per satu.
Rumah Partoredjan
Rumah Partoredjan merupakan salah
satu wisata yang terletak di Pancoh,
Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jam
opersional Rumah Partoredjan dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Menu makanan
di tempat ini umumnya makanan tradisional dengan pilihan prasmanan atau menu
paket. Harga makanan dan minuman di sini berada pada kisaran harga Rp 5.000
sampai dengan Rp 30.000.
![]() |
| Menu Omah Partoredjan |
Rumah Partoredjan ini tempat
makan keluarga yang sebagian besar semi out door (jadi kalo ujan agak
basah-basah dikit). Suasana di Rumah Partoredjan sangat asri dan ada suara
gemericik air yang bikin suasana tambah tenang. Bagi yang suka berfoto dan
bermain air, di sini ada sungai dan danau buatan kecil yang aman untuk
anak-anak.
| Suasana Semi Outdoor Omah Partoredjan |
| Sungai muara ke danau kecil Omah Partoredjan |
Sekian untuk review rumah makannya, karena sebenernya saya lebih ingin membahas Desa Ekowisata Pancoh-nya (hehehe).
Desa Ekowisata Pancoh
Pertama kali saya di Rumah
Partoredjan saya pikir saya engga akan dapet pengalaman yang belum pernah saya
bayangkan, bener-bener datang tanpa ekspektasi apapun. Ternyata saya salah,
karena di sini ada tour dengan VW Safari mengelilingi Desa Wisata Pancoh dan
pengalaman baru saya dimulai dari sini.
Di sini disediakan beberapa paket
tour :
·
Paket Keliling (Rp 250.000/mobil)
Keliling desa
sambal foto-foto
·
Paket Short (Rp 350.000/mobil)
1.
Petik salak dan makan sepuasnya
2.
Jembatan Suropanggah
3.
Lembah Boyong
4.
Pengolahan salak
5.
Kandang sapi
·
Paket Medium (Rp 550.000/mobil)
1.
Petik salak dan makan sepuasnya
2.
Hutan pinus
3.
Jembatan Suropanggah
4.
Lembah Boyong
5.
Bunker Tunggularum
6.
Kandang sapi
![]() |
| Daftar Harga Omah Partoredjan |
Untuk kali ini saya dan teman-temen
menggunakan Paket Short dengan mobil VW Safari warna biru dan dikemudikan oleh
pemilik mobil VW-nya. Kami memulai perjalanan pukul 16.00 dan bener-bener mepet
waktu tutup (tapi katanya engga apa-apa jadi lanjut ajah hehe).
Pemberhentian Pertama : Petik Salak
dan Makan Sepuasnya
Pemberhentian pertama kali adalah
Petik Salak dan Makan Sepuasnya. Di sini kamu masuk di salah satu kebun salak
milik warga. Saya pikir di sini kita bener-bener hanya petik salak dan makan
sepuasnya tapi ternyata engga doong.
Sesampainya di sini kami disambut
oleh seorang Ibu dengan wajah yang berseri dan keliatan awet muda (menurt saya
si). Ibu pemandu ngasih insight yang menurut saya sangat-sangat menambah
wawasan dan sudut pandang saya. Ibu pemandu menceritakan dari awal penyerbukan
sampai dengan sistim distribusinya.
Hal yang membuat saya berkesan
adalah orang-orang di desa ini bener-bener open minded banget. Mungkin umumnya
orang hanya tau hal umum yaitu buah salak yang berbuah sepanjang tahun dan
penyerbukan salak, tapi Ibu pemandu bercerita bahwa mereka mendapat pelatihan
dari pemerintah mengenai cara penyerbukan yang baik agar buah yang dihasilkan
memuaskan. Bukan hanya bertujuan untuk menghasilkan buah yang memuaskan tapi
juga berkualitas karena target pasar mereka bukan hanya end user tapi
supermarket besar dan pasar ekspor. Coba bayangkan kalau mereka bukan orang
orang yang open minded dan engga percaya dengan adanya pelatihan pengembangan
produk dan distribusi, apakah hasilnya akan sama seperti sekarang?
Selain itu ibu pemandu juga
menjelaskan kalau mereka juga harus memenuhi target jumlah produk untuk masuk
supermarket besar dan ekspor. Mereka sadar kalau mereka hanya mengandalkan satu
kebun milik pribadi, target jumlah produk mereka engga bisa tercapai untuk
masuk pasar besar. Oleh karena itu mereka bekerjasama dengan seluruh petani
salak yang ada di sana untuk mencapai target tersebut. Sekali lagi, kalau
mereka tidak open minded kerjasama tersebut engga akan ada.
Pemberhentian ke-dua :
Jembatan Suropanggah
Jembatan ini merupakan jembatan
penghubung dari desa satu ke desa lainnya. Terdapat ikon nama desa yang besar di
sebelah jembatan. Di sini kamu berfoto sebentar karena hari sudah sore dan setelah
berfoto kami melanjutkan perjalanan ke pemberhentian ke-tiga.
Pemberhentian ke-tiga : Lembah
Boyong
Lembah Boyong juga merupakan
salah satu pemberhentian yang terduga buat saya. Sebelumnya pengemudi (sekaligus
tour guide) menjelaskan bahwa lembah boyonh adalah sungi. Dalam pikiran
aku sungai yang dimaksut adalah sungai pada umumnya yang biasa saya lihat, tapi
ternyata bukan. Sungai yang dimaksut lebih terlihat seperti jalanan pasir dan
batu. Kalau kalian berpikir ini sungai lahar Merapi, selamat kalian benar
(hahaha).
Pemandangan di sini luar biasa
sekali. Seperti jalan yang diapit tebing tinggi dengan Merapi di ujung jalan
itu. Terasa dekat tapi padahal jauh (hehehe). Kami berfoto sambal menikmati
pemandangan sore di sana. Engga lama tapi tetap berkesan.
Lebih mengejutkannya lagi kami
turun di “sungai” yang terjal itu dengan mengendarai VW Safari! Saya sama
sekali engga terpikir kalau si VW Safari ini bisa masuk di medan terjal seperti
itu (Shock dan kagum hahaha).
Pemberhentian ke-empat :
Pengolahan Salak
Kali ini kita tiba di tempat
pengolahan salak yang lebih terlihat seperti rumah (karena memang di rumah
hehehe). Di sini juga hasil dari pelatihan yang dilakukan oleh pemerintah untuk
menghasilkan produk home industry. Produk yang mereka hasilkan seperti
keripik salak, jenang salak, dodol salak dan egg roll salak (egg roll
salak the best sih, kalian harus coba!).
Ibu pembuat produk di sini
menjelaskan bahwa pembuatan produk masih manual jadi target jumlah produk
mereka belum bisa tercapai. Engga banyak yang bisa membuat produk tersebut jadi
masih belum bisa masuk ke pasar besar. Walaupun target jumlah produk mereka
belum tercapai untuk masuk pasar besar tapi jangan salah pesanan untuk end
user aja udah banyak sampai kualahan. Memenuhi jumlah produk pesanan saja
masih kualahan apalagi untuk memenuhi jumlah produk yang masuk di pasar besar. Sekali
lagi kalau mereka engga open minded sepertinya engga aka nada yang akan
melakukan home industry ini.
Sebenarnya masih ada satu pemberhentian
lagi yaitu Kandang Sapi, tapi karena hari udah gelap dan udah engga memungkinkan
kita untuk ke kendang sapi jadi kami memutuskan untuk kembali ke Omah
Partoredjan dan mengakhiri liburan kami hari ini.
Jadi sekian Review Wisata Edukasi
Omah Partoredjan ini (yang sebenarnya lebih mirip sharing liburan hahaha). Tapi
yaudalah ya sebenernya tulisan ini buat nyimpen memori saya juga, tentang
pengalaman yang saya dapet si, jadi ngga apa-apa gimanapun bentuk tulisannya
hehehe. See you in another story 😊
*Fotonya menyusul karena udah
malem


Yuhuuuuu worth it pollll
BalasHapuswkwkwk makasiiii. Keknya iyus niiiih
Hapus