Kalian setuju kan kalau benda itu sifatnya netral?
Coba aku perjelas pakai contoh
ya. Kertas kalau dirobek apa dia protes? Apa dia ngerasain sakit? Atau apa dia
marah? Pasti engga kan? Karena benda engga engga punya perasaan dan ataupun
pikiran.
Kalau handphone itu benda, sosial
media juga benda bukan? Harusnya sosial media termasuk benda kan yah? Jadi
sosial media juga sifatnya netral kan yah? Tapi sosial media terasa hidup
karena manusia di dalamnya yang beragam. Walopun begitu sosial media itu kayak
pisau, kalau kita bisa menggunakan dengan baik dia bakal bermanfaat kalau engga
digunakan dengan baik bisa melukai.
Ada saat dimana saya terganggu dengan
sosial media, mungkin bukan hanya saya tapi yang lain pun juga merasakannya.
Tapi setelah saya pikir mungkin pola pikir saya yang salah tentang sosial media
dan tujuan saya menggunakan sosial media yang salah.
Setelah dipikir-pikir sosial
media adalah tempat untuk berbagi dan toh apa salahnya penggunanya membagi
sesuatu yang menurut mereka pantas dibagi. Entah itu perasaan senang, marah,
sedih, mengungkapkan pendapat dengan bahasa mereka dan hal-hal lain untuk
dibagi. Respon yang bisa diberikan untuk sosial media hanya sebagai pengamat
(atau di dunia nyata bisa disebut pendengar). Kita semua bisa memilih untuk
mendengarkan atau tidak.
Saat ini tujuan saya menggunakan
sosial media hanya untuk berbagi sesuatu yang ingin saya bagi. Tentunya saya
punya batasan apa yang dibagi dan apa yang engga ingin saya bagi. Selain untuk
berbagi tujuan sosial media buat saya adalah untuk mendapatkan konten lucu
sebagai hiburan dikala butuh untuk ngetawain sesuatu :p
Saya engga berharap semua orang
punya pandangan yang sama dengan saya. Hanya saja, saya berharap orang yang
punya kekhawatiran dengan sosial media bisa lebih merasa tenang karena
menganggap bahwa media sosial hanyalah benda.
Komentar
Posting Komentar
Thanks to read my blog :)