Langsung ke konten utama

Review Drama Korea : 18 Again

Drama Korea :18 Again (Gambar diambil dari Netflix)

Lagi cari review 18 again?

Atau lagi cari drama korea bertema keluarga dan pengalaman hidup sebagai pengantin baru? Drama ini cocok banget lhoo

Sinopsis

Drama ini berkisah tentang sepasang suami istri bernama Jung Da-jung (Kim Ha-neul) dan Hong Dae-young (Yoon Sang-hyun) yang sudah menikah selama 18 taun dan ingin bercerai karena ada suatu hal yang dirasa terlalu menyakitkan bagi Jung Da-jung.

Awal kisah Hong Dae-young di masa mudanya dengan predikat pemain basket terbaik di SMA nya dan Jong Da-jung adalah gadis cantik berbakat yang mempunyai cita-cita sebagai News Ancor merupakan pasangan muda mudi di sekolah. Hong Dae-young yang akhirnya akan memulai langkah awalnya sebagai pebasket professional dan masuk ke Perguruan Tinggi dengan jalur prestasi basketnya, memutuskan untuk menggugurkan cita-citanya. Hal ini dilakukan demi kekasihnya Jong Da-jung karena Jong Da-jung telah hamil. Mereka memutuskan untuk menikah dan membesarkan buah hatinya bersama.

Hong Dae-young sebagai ayah muda sangat bekerja keras untuk anak dan istrinya. Pekerjaan apapun dia lakukan sebagai tanggungjawabnya menjadi kepala keluarga. Dengan bekal ijazah SMA dan nilai yang rendah pekerjaan yang dia dapat jauh dari kata nyaman. Semua pekerjaan itu dia lakukan tanpa menceritakan betapa beratnya yang dia lakukan dan rasakan ke istrinya.

Sedangkan istrinya bekerja keras untuk merawat bayi kembar mereka. Tanpa dukungan keluarga merawat dua bayi kembar mereka sangat berat dan bahkan Jong Da-jung tidak sempat memikirkan dirinya sendiri sampai dia jatuh sakit tanpa diketahui oleh suaminya.

Hal itu berjalan sampai anak mereka menginjak masa sekolah SMA. Sampai suatu ketika pertengkaran mereka menyebabkan Jong Da-jong ingin bercerai dari suaminya. Hanya satu kalimat yang membuat Jong Da-jong benar-benar ingin bercerai. Sedangkan suaminya masih tidak mengerti bagian mana yang membuat istrinya ingin bercerai.

Sebelum perceraian itu terjadi tiba-tiba Hong Dae-young Kembali ke tubuhnya pada usia 18 tahun. Hong Dae-young kembali menjalani masa-masa SMA-nya dan bertemu dengan anak-anaknya Hong Si-ah dan Hong Shi-woo. Betapa terkejutnya dia karena sebagai ayahnya dia baru tahu kalau Hong Si-ah bekerja part time tanpa sepengetahuannya dan Hong Shi-woo mendapatkan perlakuan bullying oleh teman-temannya. Sejak saat itu dia memutuskan untuk lebih dekat dengan anak-anaknya sebagai teman dengan tubuhnya yang berusia 18 tahun dengan nama Go Woo-young.

Pada akhirnya Hong Dae-young mengetahui alasan istrinya ingin bercerai, satu kalimat yang dia tidak menyangka sudah membuat rumah tangganya berada pada perceraian. Jung Da-jung akhirnya mendapatkan cita-citanya kembali pada usianya yang sekarang yaitu 37 tahun sedangkan Hong Dae-young memilih keluarganya daripada cita-citanya.

Review

Banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari drama ini. Walopun kembali ke umur 18 itu engga relate tapi konflik di dalamnya menurut aku memang nyata gitu. Berikut pelajaran yang bisa diambil dari drama ini (menurut aku):

1.       Hal-hal yang harus direlakan saat menikah

Dari drama ini aku belajar bahwa ada hal yang harus direlakan saat menikah. Mulai dari cita-cita yang sudah tidak bisa diraih lagi dengan bertambahnya usia seperti yang dialami oleh Hong Da-young yang tidak bisa meraih basket profesionalnya karena cita-citanya berhubungan dengan fisik. Kemudian waktu yang berkurang untuk diri sendiri karena tanggungjawab sebagai kepala keluarga untuk bekerja dan tanggaungjawab sebagai istri dan ibu yang harus meluangkan waktunya untuk anak dan suami. Masa muda untuk bersenang-senang bersama teman-teman.

Kalau di drama ini cita-cita sang istri masih bisa diwujudkan karena ada kemampuan dan masih memenuhi kualifikasi. Selain itu masih bisa punya waktu untuk keluarga. Beda cerita sama suaminya karena atlit biasanya memang harus dimulai diusia muda dan keadaan suami tidak memungkinkan untuk melanjutkan cita-citanya karena tanggungjawabnya mencari nafkah.

Hong Da-young dan Jong Da-jong mengorbankan waktunya untuk memikirkan diri sendiri, karena yang mereka pikirkan tanggungjawab mereka masing-masing sebagau suami, ayah, istri dan ibu.

Selain itu mereka juga harus mengorbankan masa mudanya. Padahal kalau masih muda kan pengennya pasti bisa membeli baju yang disuka, hang out besama teman-temannya atau waktu untuk menikmati hasil kerja dan jerihpayahnya. Tapi di drama karena mereka terlalu muda saat menikah, masa mudanya terlewat tanpa merasakan hal itu.

Diakhir cerita mereka sadar dan tetap menerima, bahwa semua itu pilihan hidup mereka. Walopun banyak hal yang dikorbankan, mereka akan tetap memilih jalan hidup yang sama karena bagi mereka keluarga adalah segalanya.

2.       Komunikasi yang terbuka itu wajib

Kebanyakan konflik yang terjadi di drama ini karena komunikasi engga bejalan dengan baik. Misalnya saja si suami, karena engga pengen istrinya menderita karena memikirkan masalah dipekerjaan suami yang dirasa berat makanya suaminya memendam sendiri tapi akhirnya keluar dalam bentuk marah dan penyesalan. Sedangkan istri tidak mau menceritakan penderitaannya sebagai ibu karena tidak ingin membebani suaminya sehingga kalimat yang diucapkan suaminya berdampak besar padanya karena melukai perasaannya dan pengorbanannya. Anak-anak mereka juga tidak mau menceritakan yang mereka rasakan dan lakukan di sekolah karena melihat pertengkaran orang tuanya yang mereka pikir akan menambah beban orang tuanya.

3.       Keputusan menikah itu dari dua belah pihak dan keputusan itu diambil dengan sadar

Jadi di drama ini karena keputusan menikah itu dari mereka bedua makanya mereka sadar akan tanggungjawab masing-masing. Mungkin karena itu juga mereka juga merasa tanggungjawab untuk menjaga hati masing-masing agar tidak saling membebani (eh tapi malah jadi bikin ganjalan hehehe). Tapi akhirnya pun keputusan sadar yang mereka ambil membawa mereka kembali bersama dengan tujuan keluarga.

 

Demikian review dari aku, semoga kalian menikmati. Untuk menonton drama ini kalian bisa nonton di Netflix yaaa.

 

See yaaa

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Edukasi Omah Partoredjan Jogjakarta

  Butuh review atau referensi wisata di Jogakarta? Butuh wisata yang bisa buat seru-seruan sama temen-temen atau keluarga? Butuh wisata yang engga ada edukasinya juga? Selamat anda ada di bacaan yang tepat (hehehe). Review kali ini akan membahas mengenai Rumah Partoredjan dan Desa Ekowisata Pancoh. Karena yang akan saya review terbagi menjadi dua maka akan dijabarkan satu per satu. Rumah Partoredjan Rumah Partoredjan merupakan salah satu wisata yang terletak di Pancoh, Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta . Jam opersional Rumah Partoredjan dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Menu makanan di tempat ini umumnya makanan tradisional dengan pilihan prasmanan atau menu paket. Harga makanan dan minuman di sini berada pada kisaran harga Rp 5.000 sampai dengan Rp 30.000. Menu Omah Partoredjan Rumah Partoredjan ini tempat makan keluarga yang sebagian besar semi out door (jadi kalo ujan agak basah-basah dikit). Suasana di Rumah Partoredjan sangat asri d...

Review Café Goolali Padma Semarang

Di sini ada yang suka banget makan dessert engga? Hari minggu kemaren aku sama temen aku keracunan konten tiktok yang ngebahas dessert di ambience di Goolali. Goolali ini bagian dari hotel Padma, salah satu hotel bintang 5 di Semarang. Goolali Hotel Padma terletak di lobby Hotel Padma yang beralamat di Jl. Sultan Agung No. 86, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dari jauh udah kelihatan sih Hotelnya, karena emang gedungnya tinggi dan logonya ada di bagian atas Gedung. Begitu sampai di lobby Hotel Padma kita masuk ke bagian pemeriksaan barang dan Goolali ada dibalik pintu masuk bagian ujung deket resepsionis dan taman. Tempatnya agak terbuka karena menyatu dengan lobby, resepsionis dan ruang tunggu hotel. Untuk yang agak privat mungkin bisa pilih bagian outdoor di deket taman yaa. Sebenernya aku sama temen aku juga pengennya di outdoor deket taman, tapi karena kebetulan saat itu rameee banget akhirnya kita putuskan buat duduk di dalem aja. Begitu sampai di e...