Hmm pernah menyesal gara-gara ambil keputusan karena ikut-ikutan temen engga si?
Jadi waktu itu aku kelas tiga
SMP, masa-masa penentuan untuk memilih sekolah mana yang akan dituju untuk
jenjang berikutnya. Saat itu aku beruntung karena nilaiku waktu SMP cukup baik
sehingga aku mendapatkan kesempatan untuk mendaftarkan nilai raporku mengikuti
penerimaan siswa jalur undangan.
Aku mendapatkan kesempatan untuk
memilih sekolah mana saja yang aku mau dan saat itu aku mimilih dua pilihan,
yaitu SMA N 2 Kendal dan SMK N 1 Kendal. Aku memilih dua sekolah tersebut
karena yang satu dekat rumahku dan yang satu kejuruan. Alhamdulillah aku
diterima di dua sekolah tersebut.
Awalnya aku benar-benar mantap
untuk memilih SMA N 2 Kendal dengan pertimbangan dekat rumah dan paradigma
bahwa SMA lebih baik dan lebih populer dibandingkan SMK (paradigma ini masih
ada engga ya? Eh tapi engga salah juga si dengan paradigma ini). Ya pokoknya
aku benar-benar sudah yakin dengan pilihanku waktu itu.
Long story short aku punya dua
sahabat yang akrab waktu SMP. Mereka bilang sama aku kalo lebih baik SMK aja
dan mereka bakal masuk SMK juga. Akhirnya akupun memilih SMK dan melepaskan
kesempatanku untuk masuk SMA. Namun kenyataannya mereka engga masuk SMK yang
akan kita tuju bersama. Luar biasa sekali bukan? (Hahaha)
Engga engga, aku engga marah sama
mereka. Hanya menyesal saja, kenapa aku engga pada pendirianku. Dari sini
aku beneran belajar kalau seluruh pilihan yang ada di hidup aku adalah
sepenuhnya tanggungjawabku. Suatu saat kalau memang aku harus memilih, aku
harus memilih dengan sadar dan tanpa paksaan dari siapa pun. Agar aku engga
menyalahkan orang lain atas keputusanku.
Hari-hari aku jalanin di SMK
dengan penyesalan, bener-bener aku masih menyesali keputusanku. Walau gimanapun
life must go on kan yah? Aku tetep belajar, tetep berteman, tetep
melakukan seluruh kegiatan sekolah dengan sebaik mungkin. Anggaplah ini bentuk
tanggungjawab atas keputusanku (walopun masih kesel kenapa aku pilih SMK
hahaha).
Setelah lulus SMK target
berikutnya adalah bekerja. Aku diterima bekerja di salah satu PMA (Perusahaan
Modal Asing) di Semarang sebelum hari kelulusanku. Aku engga tau aku bisa
bilang ini beruntung atau engga, soalnya aku engga bisa ngerasain rasanya
wisuda karena harus bekerja dan tidak ada cuti di kontrak pertama.
Betapa terkejutnya aku pertama
kali masuk dunia kerja. Aku benar-benar merasa dunia kerja tidak seperti yang aku
bayangkan dan inginkan (yah gimana lah ya, anak SMK baru lulus dan engga pernah
kerja ikut orang gitukaan, kaget aja rasanya). Berat, sangaaat berat.
Karena hal itu aku memutuskan
untuk masuk perguruan tinggi. Aku menemukan tujuan baru untuk bekerja. Tujuanku
bukan lagi cari pengalaman, tapi lebih ke nabung untuk kuliah. Satu tahun aku
jalanin sambil nangis (wkwkwk). Heran pasti ya? Padahal engga suka tapi tetep
dijalanin (wkwkwk). Lagi-lagi alasanku tetep menjalani, ya karena itu udah
pilihanku dan aku mau tujuanku masuk perguruan tinggi tercapai.
Alhamdulillah aku keterima di
salah satu perguruan tinggi di Semarang yaitu UNDIP. Hmm beruntung karena
katanya masuk DIII UNDIP memang mudah jadi aku keterima.
Baru saat masuk masuk perguruan
tinggi aku sadar kalau keputusanku masuk SMK adalah keputusan yang aku engga
suka tapi berkah diakhirnya, karena memudahkan aku di perguruan tinggi.
Bayangin deh, Sebagian besar mata kuliah yang aku dapat di perguruan tinggi
udah aku dapet di bangku SMK dulu. Engga perlu aku susah-susah memahami mata
kuliah dan dapet nilai bagus (ya walopun engga bagus-bagus banget si).
Sejak saat itu aku percaya banget
bahwa Allah beneran kasih aku yang terbaik. Bahkan yang membuat aku menyesal
aja bisa sangat membantu banget diakhirnya. Aku beneran engga ada bayangan
bakal memutuskan untuk kuliah, karena finansial keluarga aku engga sebaik itu
untuk aku bisa masuk perguruan tinggi saat itu. Bersyukurnya lagi karena IP ku
bagus, aku bisa mendaftarkan diri untuk beasiswa PPA (Program Prestasi Akademik).
“Boleh jadi kamu membenci
sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai
sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak
mengetahui” (QS Al-Baqarah:216)
Aku berharap, siapapun dari kalian yang merasakan penyesalan atas semua keputusan yang sudah diambil, bisa merasakan berkah luar biasa juga suatu saat nanti. May Allah always love you. Tetep semangat yaaa ;)
Komentar
Posting Komentar
Thanks to read my blog :)