Apa kamu bahagia?
Dua kali pertanyaan ini muncul di
film ini dan bikin aku penasaran, kenapa pertanyaan ini sampai diulang?
Semua pasti setuju kalau hal
terbaik yang pernah kita rasakan itu adalah perasaan bahagia, tapi apakah
bahagia itu hal yang berlangsung selamanya dan seterusnya? Padahal bahagia
sendiri adalah salah satu bentuk emosi manusia, yang mana emosi manusia itu
engga cuma satu (ngga cuma bahagia).
Pertanyaan “apa kamu bahagia?”
jadi terasa seperti kewajiban dan tuntutan bahwa bahagia itu harus selalu kamu
rasakan setiap saat, padahal engga ada emosi yang abadi. Sebagai manusia pasti
ada saatnya senang, sedih, marah, khawatir dan nama emosi lain yang engga bisa
aku sebutin satu per satu.
Oh iya, aku nonton film ini via Disney+
Hotstar bareng temen kantor. Bagian terbaik dari nonton sama temen adalah aku
bisa tau sudut pandang yang berbeda tentang film. Kalau ada yang lebih suka
nonton sama orang dengan sudut pandang yang sama tentang film juga ngga salah
si, cuma kalo menurut aku (menurut aku sih ya) nonton sama orang dengan sudut
pandang yang beda bisa bikin aku nambah perbendaharaan sudut pandang.
Nah pertanyaan ini aku tanyain ke
temen aku, “Kenapa sih kok sampai diulang dua kali pertanyaannya? Apa bahagia
itu wajib yah? Padahalkan bahagia salah satu bentuk emosi, boleh dong kalo ngerasain
hal lain. Kan kesannya kek bahagia itu wajib, iya engga si?”
Jawaban temen aku adalah “Hmm kayaknya
esensi pertanyaannya bukan itu deh Dan. Yang dimaksut sama Christine itu lebih
ke gimana keadaan Stephen. Kayak, dia baik-baik aja ato engga. Gitu deh keknya”
Setelah aku pikir-pikir iya juga
sih, soalnya kali pertama Stephen engga jujur sama perasaannya yang dia rasain
saat itu dan kali kedua dia baru bisa jujur sama perasaannya. Mungkin ini
bagian yang manusiawi dari sisi superhero kali yah (I mean orang yang terlihat
dan dikenal kuat). Kamu kayak Doctor Strange juga engga gaes? Hehe
Review dari sisi cerita
Untuk ceritanya pasti udah tau deh
ending dari cerita Superhero kayak apa. Yap betul sekali, bahwa kebenaran akan
selalu menang, tapi yang penting bukan akhir ceritanya sih kalau nonton film
superhero tuh. Lebih ke proses penyelesaian masalah dan konflik didalamnya yang
menarik buat diikutin. Cerita Doctor Strange ini tentang proses seseorang
menerima kenyataan secara utuh dari seorang Wanda sebagai Ibu dengan
anak-anaknya, seorang Doctor Strange superhero yang harus jujur dengan
perasaannya, seorang America yang kembali membangun kepercayaan kepada
seseorang yang mirip dengan orang yang telah menghianatinya.
Review dari sisi
sinematografinya
Bagian terfavorit dari film ini tuh
menurut aku sinematografinya. Berkali-kali aku dibikin takjub tentang gimana
imajinasi penulis bisa divisualkan disebuah film. Padahal penulis sama bagian sinematografi
itu orang yang beda tapi bisa sekeren itu memvisualisasikan imajinasi si penulis.
So damn cool.
Udah ah segini aja reviewnya, makasi udah bacaaaa. Mohon maaf kalo ada penggunaan bahasa yang kurang tepat. Selebihnya silakan tonton sendiri yaa. Lebih bagus lagi kalo kalian mau nyeritain bagian terbaik dari film ini, biar aku bisa tau sudut pandang yang kalian punya juga gitu lhoo.

Belum sempet nonton dan penasaran, temen temen udah pada nonton semua 😁
BalasHapusTanda-tanda harus nonton nih kalo gituu. Biar bisa dibahas sama temen-temen kak :D
Hapus