Okay kali ini blog nya agak belajar dikit deh yaaa. Janji bikin ini lebih mudah dipahami. Aku tau kalo awal masuk jurusan akuntansi pasti bingung jurnal akuntansi dan kenapa harus kek gitu sih bentuknya wkwkwk
Hal pertama yang harus kita
pahami adalah penggolongan akun dan saldo normal akun dalam laporan keuangan.
Kenapa mengetahui saldo normal itu penting? Karena saldo normal bertujuan untuk
menentukan diposisi mana akun tersebut akan bertambah.
Misal saldo normal suatu akun
ada di Debet maka setiap kali ada penambahan kalian harus menjurnal akun
tersebut pada posisi Debet. Sebaliknya apabila saldo normal akun
tersebut ada diposisi kredit maka setiap kali ada penambahan pada kelompok akun
tersebut kalian harus menjurnal akun tersebut pada posisi Kredit.
Berikut kelompok akun dan saldo
normal dari setiap kelompok akun yang terbagi dalam 4 (empat) kelompok
-
Kas dan Setara Kas saldo normal ada di Debet
-
Hutang saldo normal ada di Kredit
-
Modal saldo normal ada di Kredit
-
Revenue/Pendapatan saldo normal ada di Kredit
-
Biaya saldo normal ada di Debet
Jurnal Umum Untuk Transaksi
Yang Berhubungan Dengan Kas/Bank
Posisi saldo normal untuk
kelompok Kas dan Setara kas adalah Debit. Logika sederhana yang harus dipahami
untuk membuat jurnal yang berhubungan dengan Kas dan Bank adalah :
-
Jika uang kalian atau uang perusahaan keluar untuk
membayar/membeli sesuatu maka jurnalnya ada di posisi Kredit
-
Apabila kalian atau perusahaan menerima
uang maka jurnal yang kalian buat untuk Kas dan Bank ada di sisi Debet.
Contoh Kasus :
Perusahaan membeli buku untuk
persediaan Alat Kantor sebesar Rp 500.000,-
Dalam transaksi ini perusahaan mengeluarkan
uang, artinya kita harus meletakan Kas atau Bank pada posisi Kredit.
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
|
|
|
|
Kas/Bank |
|
Rp 500.000,- |
Kemudian setelah menentukan
Kas/Bank di sebelah Kredit maka isi Debet dengan Kelompok Akun yang digunakan.
Karena transaksi yang dilakukan adalah pembelian ATK maka kelompok akun yang
digunakan adalah Biaya (lebih spesifik Biaya ATK).
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
Biaya ATK |
Rp 500.000,- |
|
|
Kas/Bank |
|
Rp 500.000,- |
Jurnal Umum Untuk Transaksi
Yang Berhubungan Dengan Hutang
Posisi saldo normal untuk
kelompok Hutang adalah Kredit. Logika sederhana yang harus dipahami untuk
membuat jurnal yang berhubungan dengan Hutang adalah :
-
Jika perusahaan membeli sesuatu dengan jatuh
tempo tertentu (dengan kata lain hutang bertambah) maka posisi hutang pada jurnal
ada di posisi Kredit
-
Apabila kalian atau perusahaan melunasi Hutang
maka posisi Hutang saat melakukan pelunasan ada di Debet (dengan kata
lain hutang berkurang).
Contoh Kasus :
Perusahaan membeli buku untuk
persediaan Alat Kantor sebesar Rp 500.000,- dengan jatuh tempo 30 hari.
Dalam transaksi ini perusahaan membeli
dengan jatuh tempo tertentu (seacar kredit), artinya menambah hutang kita untuk
membeli ATK maka kita harus meletakan Hutang pada posisi Kredit.
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
|
|
|
|
Hutang |
|
Rp 500.000,- |
Kemudian setelah meletakkan Hutang
di sebelah Kredit maka isi Debet dengan Kelompok Akun yang digunakan. Karena
transaksi yang dilakukan adalah pembelian ATK maka kelompok akun yang digunakan
adalah Biaya (lebih spesifik Biaya ATK).
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
Biaya ATK |
Rp 500.000,- |
|
|
Hutang |
|
Rp 500.000,- |
Jurnal Umum Untuk Transaksi
Yang Berhubungan Dengan Modal
Posisi saldo normal untuk
kelompok Modal adalah Kredit. Logika sederhana yang harus dipahami untuk
membuat jurnal yang berhubungan dengan Modal adalah :
-
Jika pemilik perusahaan menyerahkan uang/aset
untuk menambah modal perusahaannya (dengan kata lain menambah modal) maka posisi
Modal pada jurnal ada di posisi Kredit
-
Apabila pemilik perusahaan mengambil uang untuk
keperluan pribadi (Prive) maka posisi Modal ada di Debet (dengan
kata lain Modal berkurang karena digunakan oleh pemilik perusahaan).
Contoh Kasus :
Mr. Smith menyerahkan mobil untuk
meningkatkan aktivitas dan efisiensi perusahaan senilai Rp 500.000.000,-
Dalam transaksi ini Mr. Smith memberikan
asset untuk perusahaan, artinya menambah modal perusahaan maka kita harus
meletakan Modal pada posisi Kredit.
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
|
|
|
|
Modal |
|
Rp 500.000.000,- |
Kemudian setelah meletakkan Modal
di sebelah Kredit maka isi Debet dengan Kelompok Akun yang digunakan. Karena
transaksi yang dilakukan adalah penyerahan asset dalam bentuk mobil maka
kelompok akun yang digunakan adalah Mobil.
|
Akun |
Debet |
Kredit |
|
Mobil |
Rp 500.000.000,- |
|
|
Modal |
|
Rp 500.000.000,- |
Untuk kelompo Revenue/Pendapatan
dan Biaya konsepnya sama, yaitu letakkan penambahan dengan meletakkan nominal penambahan
pada saldo normal masing-masing (lihat di kelompk akun dan saldo normal).
Sedangkan untuk pengurangan letakkan pada posisi sebaliknya dari saldo normal.
Demikian tulisan hari ini. Semoga
lancer belajar akuntansinya. Kapan-kapan mungkin akan nulis Jurnal Penyesuaian
(yang menurut aku konsepnya agak-agak lebih ribet dari sekedar nulis jurnal).
See yaaa
Komentar
Posting Komentar
Thanks to read my blog :)