Kalian pernah engga menolak
pemberian seseorang?
Atau kalian pernah engga merasa
pemberian orang adalah beban?
Kalau pernah bearti kita sama,
karena dulu akupun begitu. Sampai suatu Ketika aku melihat
seseorang yang dengan sangat senang dan bahagia waktu menerima pemberian
seseorang, bahkan yang dia terima hanya benda kecil yang buat aku mungkin engga
begitu berharga.
Bukan, bukan bendanya yang jadi
fokus utama dari yang aku sampaikan tadi, tapi ekspresi orang yang menerima
yang jadi fokus perhatianku. Bagaimana mungkin pemberian yang sederhana itu
bisa membuat orang punya ekspresi senang dan bahagia? Engga hanya itu, aku yang
melihat pun merasa bahagia melihat ekspresi orang yang menerima pemberian itu. Kebayang
engga gimana perasaan orang yang memberi ketika melihat orang yang diberi
merasa senang dan bahagia? Pasti lebih bahagia dari aku yang hanya menonton kejadian itu sedangkan yang memberi pasti merasa pemberiannya
sangat dihargai.
Sebaliknya apakah kalian pernah
memberikan hadiah ke teman? Kalau misalnya teman kalian menunjukan rasa tidak
suka dan kecewa gimana perasaan kalian yang sudah berusaha untuk memberikan
hadiah itu? Ikut sedih dan kecewa kan yah, karena merasa pemberian kalian engga
dihargain.
Aku jadi berfikir, kalau misalnya
setiap pemberian dalam hidup itu dari Allah gimana tanggapan kita selama ini?
Apakah sedih, kecewa, terbebani atau seneng dan bahagia? Kalau pemberian Allah
kita terima dengan sedih, kecewa dan beban apakah Allah akan kecewa sudah
memberikan karunianya ke kita? Kalau misalnya Allah sudah kecewa, apakah Allah
masih mau memberi kita karunianya?
Sejak saat itu aku mulai belajar
untuk menerima dengan senang dan bahagia setiap pemberian orang. Awalnya aku
merasa canggung dan masih merasa itu adalah beban, namun seiring berjalannya
waktu lama-kelamaan aku jadi terbiasa untuk menerima dengan senang dan bahagia
atas pemberian orang lain kepadaku. Aku belajar untuk tidak menaruh harap atau
curiga pada pemberian mereka. Aku belajar untuk berterimakasih atas apapun
bentuk yang diberikan oleh orang lain kepadaku. Aku belajar tersenyum atas apa yang
orang lain berikan kepadaku. Siapa tau kan itu titipan dari Allah dan aku engga mau
Allah kecewa karena aku engga menerima dengan baik apa yang Allah berikan.
Kenapa hanya menerima yang harus
belajar? Hehehe engga juga, memberi juga butuh belajar, tapi di sini aku
menganggap bahwa semua orang yang membaca artikel ini sudah pandai memberi.
Semoga kita semua bisa selalu
mendapatkan pelajaran dari setiap hal yang kita temui setiap hari yaaa. Aamiin 😊
Ah, iya bener banget. Kadang kita jadi ikutan bahagia kalo liat orang lain bahagia, meski keliatannya kebahagiaannya simple hehe. Aku juga lagi belajar buat selalu bersyukur atas apapun yang aku terima dari orang lain ❤
BalasHapusBtw, makjleb banget kata2 "apakah Allah akan kecewa sudah memberikan karunianya ke kita?" Hiks iyaya kalo Allah kecewa gimana?
Waaa aku bahagia banget lho tulisan aku udah dibaca sama dikomen >-<
HapusKalo kecewa takutnya engga dikasih karunia lagi T-T