Langsung ke konten utama

Belajar Menerima

 

Kalian pernah engga menolak pemberian seseorang?

Atau kalian pernah engga merasa pemberian orang adalah beban?

Kalau pernah bearti kita sama, karena dulu akupun begitu. Sampai suatu Ketika aku melihat seseorang yang dengan sangat senang dan bahagia waktu menerima pemberian seseorang, bahkan yang dia terima hanya benda kecil yang buat aku mungkin engga begitu berharga.

Bukan, bukan bendanya yang jadi fokus utama dari yang aku sampaikan tadi, tapi ekspresi orang yang menerima yang jadi fokus perhatianku. Bagaimana mungkin pemberian yang sederhana itu bisa membuat orang punya ekspresi senang dan bahagia? Engga hanya itu, aku yang melihat pun merasa bahagia melihat ekspresi orang yang menerima pemberian itu. Kebayang engga gimana perasaan orang yang memberi ketika melihat orang yang diberi merasa senang dan bahagia? Pasti lebih bahagia dari aku yang hanya menonton kejadian itu sedangkan yang memberi pasti merasa pemberiannya sangat dihargai.

Sebaliknya apakah kalian pernah memberikan hadiah ke teman? Kalau misalnya teman kalian menunjukan rasa tidak suka dan kecewa gimana perasaan kalian yang sudah berusaha untuk memberikan hadiah itu? Ikut sedih dan kecewa kan yah, karena merasa pemberian kalian engga dihargain.

Aku jadi berfikir, kalau misalnya setiap pemberian dalam hidup itu dari Allah gimana tanggapan kita selama ini? Apakah sedih, kecewa, terbebani atau seneng dan bahagia? Kalau pemberian Allah kita terima dengan sedih, kecewa dan beban apakah Allah akan kecewa sudah memberikan karunianya ke kita? Kalau misalnya Allah sudah kecewa, apakah Allah masih mau memberi kita karunianya?

Sejak saat itu aku mulai belajar untuk menerima dengan senang dan bahagia setiap pemberian orang. Awalnya aku merasa canggung dan masih merasa itu adalah beban, namun seiring berjalannya waktu lama-kelamaan aku jadi terbiasa untuk menerima dengan senang dan bahagia atas pemberian orang lain kepadaku. Aku belajar untuk tidak menaruh harap atau curiga pada pemberian mereka. Aku belajar untuk berterimakasih atas apapun bentuk yang diberikan oleh orang lain kepadaku. Aku belajar tersenyum atas apa yang orang lain berikan kepadaku. Siapa tau kan itu titipan dari Allah dan aku engga mau Allah kecewa karena aku engga menerima dengan baik apa yang Allah berikan.

Kenapa hanya menerima yang harus belajar? Hehehe engga juga, memberi juga butuh belajar, tapi di sini aku menganggap bahwa semua orang yang membaca artikel ini sudah pandai memberi.

Semoga kita semua bisa selalu mendapatkan pelajaran dari setiap hal yang kita temui setiap hari yaaa. Aamiin 😊

Komentar

  1. Ah, iya bener banget. Kadang kita jadi ikutan bahagia kalo liat orang lain bahagia, meski keliatannya kebahagiaannya simple hehe. Aku juga lagi belajar buat selalu bersyukur atas apapun yang aku terima dari orang lain ❤

    Btw, makjleb banget kata2 "apakah Allah akan kecewa sudah memberikan karunianya ke kita?" Hiks iyaya kalo Allah kecewa gimana?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waaa aku bahagia banget lho tulisan aku udah dibaca sama dikomen >-<

      Kalo kecewa takutnya engga dikasih karunia lagi T-T

      Hapus

Posting Komentar

Thanks to read my blog :)

Postingan populer dari blog ini

Wisata Edukasi Omah Partoredjan Jogjakarta

  Butuh review atau referensi wisata di Jogakarta? Butuh wisata yang bisa buat seru-seruan sama temen-temen atau keluarga? Butuh wisata yang engga ada edukasinya juga? Selamat anda ada di bacaan yang tepat (hehehe). Review kali ini akan membahas mengenai Rumah Partoredjan dan Desa Ekowisata Pancoh. Karena yang akan saya review terbagi menjadi dua maka akan dijabarkan satu per satu. Rumah Partoredjan Rumah Partoredjan merupakan salah satu wisata yang terletak di Pancoh, Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta . Jam opersional Rumah Partoredjan dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Menu makanan di tempat ini umumnya makanan tradisional dengan pilihan prasmanan atau menu paket. Harga makanan dan minuman di sini berada pada kisaran harga Rp 5.000 sampai dengan Rp 30.000. Menu Omah Partoredjan Rumah Partoredjan ini tempat makan keluarga yang sebagian besar semi out door (jadi kalo ujan agak basah-basah dikit). Suasana di Rumah Partoredjan sangat asri d...

Review Film Doctor Strange in the Multiverse of Madness

  Apa kamu bahagia? Dua kali pertanyaan ini muncul di film ini dan bikin aku penasaran, kenapa pertanyaan ini sampai diulang? Semua pasti setuju kalau hal terbaik yang pernah kita rasakan itu adalah perasaan bahagia, tapi apakah bahagia itu hal yang berlangsung selamanya dan seterusnya? Padahal bahagia sendiri adalah salah satu bentuk emosi manusia, yang mana emosi manusia itu engga cuma satu (ngga cuma bahagia). Pertanyaan “apa kamu bahagia?” jadi terasa seperti kewajiban dan tuntutan bahwa bahagia itu harus selalu kamu rasakan setiap saat, padahal engga ada emosi yang abadi. Sebagai manusia pasti ada saatnya senang, sedih, marah, khawatir dan nama emosi lain yang engga bisa aku sebutin satu per satu. Oh iya, aku nonton film ini via Disney+ Hotstar bareng temen kantor. Bagian terbaik dari nonton sama temen adalah aku bisa tau sudut pandang yang berbeda tentang film. Kalau ada yang lebih suka nonton sama orang dengan sudut pandang yang sama tentang film juga ngga salah si, ...

Review Café Goolali Padma Semarang

Di sini ada yang suka banget makan dessert engga? Hari minggu kemaren aku sama temen aku keracunan konten tiktok yang ngebahas dessert di ambience di Goolali. Goolali ini bagian dari hotel Padma, salah satu hotel bintang 5 di Semarang. Goolali Hotel Padma terletak di lobby Hotel Padma yang beralamat di Jl. Sultan Agung No. 86, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dari jauh udah kelihatan sih Hotelnya, karena emang gedungnya tinggi dan logonya ada di bagian atas Gedung. Begitu sampai di lobby Hotel Padma kita masuk ke bagian pemeriksaan barang dan Goolali ada dibalik pintu masuk bagian ujung deket resepsionis dan taman. Tempatnya agak terbuka karena menyatu dengan lobby, resepsionis dan ruang tunggu hotel. Untuk yang agak privat mungkin bisa pilih bagian outdoor di deket taman yaa. Sebenernya aku sama temen aku juga pengennya di outdoor deket taman, tapi karena kebetulan saat itu rameee banget akhirnya kita putuskan buat duduk di dalem aja. Begitu sampai di e...