Pernah engga si kalian mikir tentang kematian dan bagaimana keadaan iman saat itu? Dan bagaimana kita meninggal? Apakah khusnul khotimah atau suul khotimah?
Waktu itu aku ada di kantor dan tiba-tiba ngeliat postingan "Dibikinin Candi Sama Ayah" yang notabene di Indonesia cuma Ki Joko Bodo yang bikin candi itu. Tapi bukan bikin candinya yang jadi fokus cerita blog ini, tapi keadaan meninggal Ki Joko Bodo yang menurut aku wujuh Rahman dan Rahim-nya Allah pada seseorang.
Aku baru tau kalau Ki Joko Bodo meninggal dengan keadaan yang islam dan aku ngerasa kalau Allah beneran maha baik. Gimana engga? Selama hidup Ki Joko Bodo musrik tapi menjelang akhir hidupnya dia bisa dikasih kesempatan untuk bertaubat, masuk islam dan percaya sama Allah. Disatu sisi temen aku pernah cerita kalau ada ada orang yang selama hidupnya terlihat selalu beribadah dan sudah beriman sejak lahir tapi diberikan cara meninggal yang tidak baik (sedang berbuat tidak baik di tempat yang tidak baik). Sebegitu terbalik keadaannya kan?
Sebelumnya aku engga pernah mikir doa buat khusnul khotimah saat ajal nanti menjemput karena aku merasa saat ini aku ada dikeadaan beriman pada Allah dan menurut aku selamanya akan begitu. Sampai pada suatu saat aku diberikan ujian perasaan yang bikin aku ngerasain sakit dan teringat tentang pembahasan tentang Ki Joko Bodo dan seseorang yang meninggal dengan cara yang tidak baik. Aku sampai mikir, gimana kalau misalnya aku dikendalikan sama perasaan aku dan engga bisa mikir kebaikan yang Allah kasih selama ini lebih dari sakit yang aku rasain?
Sejak saat itu aku mikir kayak aku engga tau kedepannya ujian apa yang akan dikasih, aku khawatir kalau ketidak sanggupan aku bikin aku nyerah dan kehilangan iman aku. Saat itu juga aku mikir berdoa meminta khusnul khotimah emang sepenting itu karena engga ada yang bisa menjamin iman seseorang kecuali Allah dan Allah satu-satunya tempat meminta.
Komentar
Posting Komentar
Thanks to read my blog :)