Langsung ke konten utama

Level Emosi Yang Berbeda Disetiap Je

Makin banyak ketemu orang, makin tau kalo setiap orang punya sudut pandang yang beda. Entah itu karena faktor pekerjaan, umur dan pengalaman. Di sini aku mau bahas yang faktor umur. Mungkin setiap orang beda ya, tapi ini yang aku penasaran dan tanyain ke temen-temen aku tadi pagi.

Aku berusaha mengingat aku yang dulu di umur awal 20 tahun, aku ngerasa dulu aku ambisius saat menginginkan sesuatu dan mau benar-benar berusaha untuk menggapai itu. Tapi setelah aku pikir-pikir dan rasakan saat ini aku udah engga seperti itu.

Aku memang masih menginginkan sesuatu, masih membuat pencapaian, tapi keinginan dan pencapaian itu semakin sederhana. Kalaupun ada keinginan dan pencapaian yang besar aku sudah menyiapkan penerimaan yang besar entah itu tercapai atau tergantikan. Beda dengan aku yang dulu, masih menggebu-gebu dalam menginginkan sesuatu, masih mau sangat berusaha sampai merasa lelah, masih idealis menginginkan apa yang persis dan sesuai yang aku bayangkan.

Setelah aku pikir-pikir aku yang dulu dan yang sekarang bener-bener beda. Aku penasaran apakah cuma aku yang ngerasain hal ini atau yang lain juga merasakan hal yang sama? Karena aku jadi merasa ragu apakah aku yang saat ini dan seperti ini bearti aku jadi lebih baik atau malah jadi penurunan?

Setelah aku tanyain sama temen aku, ternyata mereka merasakan hal yang sama. Kata mereka itu bagian dari fase pendewasaan. Kalau apakah jadi lebih baik atau penurunan itu artinya jadi lebih bbaik atau peningkatan, karena semakin dewasa memang seharusnya bisa lebih menerima tapi tetep berharap yang besar ke Allah SWT. Ini jawaban dari yang umurnya lebih di atas aku.

Karena aku khawatir apa yang aku iget tentang aku yang dulu engga relate, aku juga nanya ke temen aku yang umurnya di bawah aku. Ternyata yang dirasain juga sama, waktu umur awal 20 an dia juga merasa lebih idealis dan sekarang sudah mulai berkurang.

Semakin besar harapan, semakin besar usaha yang dilakukan maka semakin sakit ketika gagal. Mungkin itu yang bikin masa muda lebih menegangkan, lebih bersemangat dalam menggapai tapi lebih bisa sakit hati. Bukan, bukan gagal yang jadi line utamanya, tapi lebih ke penerimaan dan mau mencoba lagi karena jalan masih panjang. Kemungkinan gagal dan kemungkinan berhasil akan selalu ada dan sama-sama memiliki peluang yang sama. Kalau kamu mikir kamu bakalan gagal, sebesar itu juga kamu mikir bakalan berhasil, entah di percobaan berapa tapi yang jelas kesempatan itu akan ada.

Karena ini blog yang sebenernya untuk muhasabah pribadi, aku suka banget ngasih ayat Al Quran sebagai penyemangat dan pengingatku kalau aku masih punya Allah disetiap keinginan dan pencapaianku. 

Untuk semua keinginan dan harapan yang belum terwujud, you should remember this : "berdoalah kepada-Ku niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina". (QS Al Mukmin : 60)

Untuk semua keinginan dan harapan yang engga sesuai sama harapan kamu, you should remember this : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal dia amat baik bagimu. Dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal dia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui". (QS Al Baqarah : 216)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Edukasi Omah Partoredjan Jogjakarta

  Butuh review atau referensi wisata di Jogakarta? Butuh wisata yang bisa buat seru-seruan sama temen-temen atau keluarga? Butuh wisata yang engga ada edukasinya juga? Selamat anda ada di bacaan yang tepat (hehehe). Review kali ini akan membahas mengenai Rumah Partoredjan dan Desa Ekowisata Pancoh. Karena yang akan saya review terbagi menjadi dua maka akan dijabarkan satu per satu. Rumah Partoredjan Rumah Partoredjan merupakan salah satu wisata yang terletak di Pancoh, Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta . Jam opersional Rumah Partoredjan dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Menu makanan di tempat ini umumnya makanan tradisional dengan pilihan prasmanan atau menu paket. Harga makanan dan minuman di sini berada pada kisaran harga Rp 5.000 sampai dengan Rp 30.000. Menu Omah Partoredjan Rumah Partoredjan ini tempat makan keluarga yang sebagian besar semi out door (jadi kalo ujan agak basah-basah dikit). Suasana di Rumah Partoredjan sangat asri d...

Review Café Goolali Padma Semarang

Di sini ada yang suka banget makan dessert engga? Hari minggu kemaren aku sama temen aku keracunan konten tiktok yang ngebahas dessert di ambience di Goolali. Goolali ini bagian dari hotel Padma, salah satu hotel bintang 5 di Semarang. Goolali Hotel Padma terletak di lobby Hotel Padma yang beralamat di Jl. Sultan Agung No. 86, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dari jauh udah kelihatan sih Hotelnya, karena emang gedungnya tinggi dan logonya ada di bagian atas Gedung. Begitu sampai di lobby Hotel Padma kita masuk ke bagian pemeriksaan barang dan Goolali ada dibalik pintu masuk bagian ujung deket resepsionis dan taman. Tempatnya agak terbuka karena menyatu dengan lobby, resepsionis dan ruang tunggu hotel. Untuk yang agak privat mungkin bisa pilih bagian outdoor di deket taman yaa. Sebenernya aku sama temen aku juga pengennya di outdoor deket taman, tapi karena kebetulan saat itu rameee banget akhirnya kita putuskan buat duduk di dalem aja. Begitu sampai di e...

Prosesku Mengenali Diri Sendiri

Adakah dari kalian pernah menyesal setelah marah? Mungkin di sisi lain aku merasa lega karena meluapkan emosi, tapi setelah itu perasaan bersalah dan menyesal tiba-tiba muncul. Kalau ada kita sama. Ingin rasanya memutar waktu dan melarang diri untuk tidak marah dan meluapkannya. Ingin rasanya tetap tenang dan menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin, tapi apa daya aku “kalah” dengan emosi negatif tersebut. Marah? Apa si itu marah? Dari mana datangnya marah? Apakah marah itu gangguan dari luar atau perasaan yang muncul atas ketakutanku yang tidak aku sadari? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul ketika aku menyesali keadaanku yang “kalah” dan mengingat semua emosi negatif yang pernah aku keluarkan. Menggunakan pertanyaan tersebut aku mencoba mencari diriku. Aku mengingat kembali keadaan sebelum aku merasakan marah tersebut. Aku bertanya pada diri sendiri “Kenapa aku marah?” . Jawaban yang bisa aku dapat adalah karena perasaan tidak nyaman akan sesuatu keadaan atau p...