Sore ini sebelum pulang kantor, aku sama rekan kantor melihat post instagram milik seseorang. Dalam post instagramnya dia menceritakan perjuangannya dengan suaminya yang sedang mengalami ujian dari Allah. Ngelihat postingan ini sangat wajar orang berempati, tapi aku baru sadar kalo cara berempati orang beda-beda.
Ekspresi empati yang aku tangkep dari rekan-rekan kerjaku, ada yang mengasihani ada yang memotivasi. Hmm entahlah, aku agak sedikit engga setuju dengan empati yang mengasihani, terasa seperti meremehkan usaha orang yang diberi ujian. Padahal di dalam post instagramnya dia berusaha kuat buat mengahadapinya, tapi ekspresi yang diberikan be like "kasihan ya". They are fragile but they try to keep strong, then why didn't we give them more support for being stronger?
Yah sekali lagi aku harus inget, mengasihani itu juga bentuk empati bukan maksut mereka buat meremehkan tapi aku berharap ekspresi itu engga sampai ke orang yang diberi ujian. Karena setiap orang punya penerimaan yang berbeda-beda, khawatir kalo kata-kata negatif itu bikin orang yang kena ujian tambah terpuruk.
Keep storonger ya yang lagi kena ujian, i know it's hard, i know it's hurt but i know you can pass it as well. May Allah give you ease and more happiness (hug).
Komentar
Posting Komentar
Thanks to read my blog :)