Langsung ke konten utama

Ngga Ada Yang Terlalu Lambat atau Terlalu Cepat




Pernah engga ngerasa kecewa karena merasa keinginanmu tertunda?

Pertanyaan ini mengingatkan aku disuatu pagi di Jakarta waktu itu. Karena letak kantor dan Mess jauh banget aku sama temen-temen harus bangun pagi untuk naik Bus Way. Jakarta Barat ke Jakarta Selatan seingetku buruh waktu 1 jam perjalanan. Belum lagi harus menunggu Bus datang dan mengantre dengan penumpang lainnya dan transit ke beberapa shalter. Kebayang dong ya ribetnya kek apa?

Waktu itu aku sama temen-temen aku menunggu agak lama dan akhirnya Bus tujuan kami datang. Saat kami mau masuk ke dalam Bus, tiba-tiba petugas Bus Way menahan kami untuk masuk, "ikut yang belakang ya Kak" gitu katanya. Artinya kami harus menunggu Bus berikutnya datang. Padahal saat itu Bus masih sengang dan harusnya kami masih bisa naik dong. Udah nungguin lama, eh malah mas kondekturnya engga ngebolehin kita naik. Kebayang dong keselnya kek apa?

Akhirnya dengan perasaan kesal kami menunggu Bus selanjutnya datang. Kurang lebih 10 menit Bus berikutnya datang. Waktu diperjalanan perjalanan kami sedikit tersendat karena macet. Sepertinya ada yang aneh karena Bus Way punya jalur khusus sendiri dan harusnya engga ada kemacetan. Waktu kami lihat ternyata ada Bus yang mogok dan berasap. Waktu kami lihat kondekturnya kami kaget dong, ternyata itu kondektur yang meminta kami untuk naik Bus selanjutnya. Coba bayangkan kalau kami naik Bus itu, mungkin saja kami sudah dievakuasi dan perjalanan ke kantor jadi tertunda.

Inget kejadian itu aku jadi sadar, ngga semua yang ditunda itu ngga baik. Ada kalanya memang penundaan itu cara-Nya untuk menyelamatkan hamba-Nya. Aku percaya everything happen for a reason, walaupun saat ini aku ngga ngerti kenapa keinginanku ditunda tapi aku percaya pasti itu yang terbaik untuk aku.

Pernah ngalamin hal yang sama juga engga? Semoga suatu saat yang sejarang ditunda bisa terwujud disaat yang tepat ya. Engga terlalu lambat atau engga terlalu cepat tapi diwaktu yang tepat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Edukasi Omah Partoredjan Jogjakarta

  Butuh review atau referensi wisata di Jogakarta? Butuh wisata yang bisa buat seru-seruan sama temen-temen atau keluarga? Butuh wisata yang engga ada edukasinya juga? Selamat anda ada di bacaan yang tepat (hehehe). Review kali ini akan membahas mengenai Rumah Partoredjan dan Desa Ekowisata Pancoh. Karena yang akan saya review terbagi menjadi dua maka akan dijabarkan satu per satu. Rumah Partoredjan Rumah Partoredjan merupakan salah satu wisata yang terletak di Pancoh, Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta . Jam opersional Rumah Partoredjan dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Menu makanan di tempat ini umumnya makanan tradisional dengan pilihan prasmanan atau menu paket. Harga makanan dan minuman di sini berada pada kisaran harga Rp 5.000 sampai dengan Rp 30.000. Menu Omah Partoredjan Rumah Partoredjan ini tempat makan keluarga yang sebagian besar semi out door (jadi kalo ujan agak basah-basah dikit). Suasana di Rumah Partoredjan sangat asri d...

Review Café Goolali Padma Semarang

Di sini ada yang suka banget makan dessert engga? Hari minggu kemaren aku sama temen aku keracunan konten tiktok yang ngebahas dessert di ambience di Goolali. Goolali ini bagian dari hotel Padma, salah satu hotel bintang 5 di Semarang. Goolali Hotel Padma terletak di lobby Hotel Padma yang beralamat di Jl. Sultan Agung No. 86, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dari jauh udah kelihatan sih Hotelnya, karena emang gedungnya tinggi dan logonya ada di bagian atas Gedung. Begitu sampai di lobby Hotel Padma kita masuk ke bagian pemeriksaan barang dan Goolali ada dibalik pintu masuk bagian ujung deket resepsionis dan taman. Tempatnya agak terbuka karena menyatu dengan lobby, resepsionis dan ruang tunggu hotel. Untuk yang agak privat mungkin bisa pilih bagian outdoor di deket taman yaa. Sebenernya aku sama temen aku juga pengennya di outdoor deket taman, tapi karena kebetulan saat itu rameee banget akhirnya kita putuskan buat duduk di dalem aja. Begitu sampai di e...

Prosesku Mengenali Diri Sendiri

Adakah dari kalian pernah menyesal setelah marah? Mungkin di sisi lain aku merasa lega karena meluapkan emosi, tapi setelah itu perasaan bersalah dan menyesal tiba-tiba muncul. Kalau ada kita sama. Ingin rasanya memutar waktu dan melarang diri untuk tidak marah dan meluapkannya. Ingin rasanya tetap tenang dan menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin, tapi apa daya aku “kalah” dengan emosi negatif tersebut. Marah? Apa si itu marah? Dari mana datangnya marah? Apakah marah itu gangguan dari luar atau perasaan yang muncul atas ketakutanku yang tidak aku sadari? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul ketika aku menyesali keadaanku yang “kalah” dan mengingat semua emosi negatif yang pernah aku keluarkan. Menggunakan pertanyaan tersebut aku mencoba mencari diriku. Aku mengingat kembali keadaan sebelum aku merasakan marah tersebut. Aku bertanya pada diri sendiri “Kenapa aku marah?” . Jawaban yang bisa aku dapat adalah karena perasaan tidak nyaman akan sesuatu keadaan atau p...