Langsung ke konten utama

Terlalu Jujur Atau Didiamkan, Mana Yang Lebih Menyakitkan?

Mana yang paling menyakitkan? Kata-kata yang terlalu jujur atau perlakuan yang ngga peduli dan mendiamkan?

Pernah ada teman yang bilang bilang “Aku engga suka ada orang yang bicaranya terlalu jujur karena itu menyakitkan, mending diem gitu lho” tapi aku pikir kalo diem aja juga sama menyakitkannya. Coba saja bayangkan kamu engga tau kamu punya salah apa tapi orang yang biasanya ramah dan cerewet engga ngajak kamu ngobrol sama sekali. Auto mikir keras kan andaaa?

Sebaliknya bukan hanya yang didiamkan yang merasa bingung dan sakit tapi juga orang yang mendiamkan pun pasti merasa engga nyaman. Orang yang mendiamkan pikir orang yang didiamkan akan sadar dan mengambil inisiatif untuk melakukan yang dia mau, padahal itu engga akan terjadi tanpa komunikasi. Coba dipikir baik-baik, mana ada orang yang bisa bahasa batin? Hahaha

Disisi lain mendengar orang berbicara jujur memang menyakitkan, karena biasanya orang yang mendengar akan merasa diserang sama kata-katanya. Padahal tujuannya mau meluruskan yang salah tapi yang mendengar sudah denial duluan. Sebaliknya bukan hanya yang mendengar yang engga nyaman tapi juga yang bicara jujur pasti khawatir kalau yang dia sampaikan engga bisa meluruskan keadaan dan malah memperkeruh.

Semua masalah itu harusnya hanya masalah komunikasi kan yah?

Banyak hal yang bikin komunikasi ngga berjalan baik. Gengsi yang bilang kalu dia ngga salah jadi harusnya orang lain yang mulai memperbaiki keadaan duluan. Ego yang bilang kalau apa yang dia lakukan engga salah dan apa yang orang lain bilang tentang dia itu salah. Padahal menurut aku salah atau benar itu tergantung sudut pandang.

Semua orang itu berbeda, dilahirkan dilingkungan yang berbeda, punya sudut pandang yang beda. Bukan perbedaannya yang salah karena itu hal yang wajar hanya saja harus ada penyesuaian satu sama lain. Harus saling berbesar hati mendengar sudut pandang yang berbeda, harus saling mencari jalan tengah agar tetap nyaman bersama.

Karena besok idul fitri mungkin cara paling mudah untuk memulai adalah dengan saling memaafkan satu sama lainnya, saling mencairkan suasana dan mencari jalan tengah setelahnya. Engga ada satupun manusia di dunia ini yang sempurna termasuk diri sendiri, kalu orang lain salah pasti diri sendiri juga pernah salah.

Selamat Idulfitri 1443 semuanya. Mohon maaf kalau ada perkataan dan tindakan Danti yang kurang berkenan. Terimakasih sudah dimaafkan :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Edukasi Omah Partoredjan Jogjakarta

  Butuh review atau referensi wisata di Jogakarta? Butuh wisata yang bisa buat seru-seruan sama temen-temen atau keluarga? Butuh wisata yang engga ada edukasinya juga? Selamat anda ada di bacaan yang tepat (hehehe). Review kali ini akan membahas mengenai Rumah Partoredjan dan Desa Ekowisata Pancoh. Karena yang akan saya review terbagi menjadi dua maka akan dijabarkan satu per satu. Rumah Partoredjan Rumah Partoredjan merupakan salah satu wisata yang terletak di Pancoh, Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta . Jam opersional Rumah Partoredjan dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Menu makanan di tempat ini umumnya makanan tradisional dengan pilihan prasmanan atau menu paket. Harga makanan dan minuman di sini berada pada kisaran harga Rp 5.000 sampai dengan Rp 30.000. Menu Omah Partoredjan Rumah Partoredjan ini tempat makan keluarga yang sebagian besar semi out door (jadi kalo ujan agak basah-basah dikit). Suasana di Rumah Partoredjan sangat asri d...

Prosesku Mengenali Diri Sendiri

Adakah dari kalian pernah menyesal setelah marah? Mungkin di sisi lain aku merasa lega karena meluapkan emosi, tapi setelah itu perasaan bersalah dan menyesal tiba-tiba muncul. Kalau ada kita sama. Ingin rasanya memutar waktu dan melarang diri untuk tidak marah dan meluapkannya. Ingin rasanya tetap tenang dan menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin, tapi apa daya aku “kalah” dengan emosi negatif tersebut. Marah? Apa si itu marah? Dari mana datangnya marah? Apakah marah itu gangguan dari luar atau perasaan yang muncul atas ketakutanku yang tidak aku sadari? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul ketika aku menyesali keadaanku yang “kalah” dan mengingat semua emosi negatif yang pernah aku keluarkan. Menggunakan pertanyaan tersebut aku mencoba mencari diriku. Aku mengingat kembali keadaan sebelum aku merasakan marah tersebut. Aku bertanya pada diri sendiri “Kenapa aku marah?” . Jawaban yang bisa aku dapat adalah karena perasaan tidak nyaman akan sesuatu keadaan atau p...

Review Drama Korea : 18 Again

Drama Korea :18 Again (Gambar diambil dari Netflix) Lagi cari review 18 again? Atau lagi cari drama korea bertema keluarga dan pengalaman hidup sebagai pengantin baru? Drama ini cocok banget lhoo Sinopsis Drama ini berkisah tentang sepasang suami istri bernama Jung Da-jung (Kim Ha-neul) dan Hong Dae-young (Yoon Sang-hyun) yang sudah menikah selama 18 taun dan ingin bercerai karena ada suatu hal yang dirasa terlalu menyakitkan bagi Jung Da-jung. Awal kisah Hong Dae-young di masa mudanya dengan predikat pemain basket terbaik di SMA nya dan Jong Da-jung adalah gadis cantik berbakat yang mempunyai cita-cita sebagai News Ancor merupakan pasangan muda mudi di sekolah. Hong Dae-young yang akhirnya akan memulai langkah awalnya sebagai pebasket professional dan masuk ke Perguruan Tinggi dengan jalur prestasi basketnya, memutuskan untuk menggugurkan cita-citanya. Hal ini dilakukan demi kekasihnya Jong Da-jung karena Jong Da-jung telah hamil. Mereka memutuskan untuk menikah dan membesar...