Langsung ke konten utama

Prosesku Mengenali Diri Sendiri


Adakah dari kalian pernah menyesal setelah marah? Mungkin di sisi lain aku merasa lega karena meluapkan emosi, tapi setelah itu perasaan bersalah dan menyesal tiba-tiba muncul. Kalau ada kita sama.

Ingin rasanya memutar waktu dan melarang diri untuk tidak marah dan meluapkannya. Ingin rasanya tetap tenang dan menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin, tapi apa daya aku “kalah” dengan emosi negatif tersebut.

Marah? Apa si itu marah? Dari mana datangnya marah? Apakah marah itu gangguan dari luar atau perasaan yang muncul atas ketakutanku yang tidak aku sadari?

Pertanyaan-pertanyaan itu muncul ketika aku menyesali keadaanku yang “kalah” dan mengingat semua emosi negatif yang pernah aku keluarkan. Menggunakan pertanyaan tersebut aku mencoba mencari diriku.

Aku mengingat kembali keadaan sebelum aku merasakan marah tersebut. Aku bertanya pada diri sendiri “Kenapa aku marah?”. Jawaban yang bisa aku dapat adalah karena perasaan tidak nyaman akan sesuatu keadaan atau perbuatan seseorang.

Kemudian aku bertanya pada diriku “Apakah keadaan atau perbuatan seseorang yang membuatku marah?” Hmm pertanyaan yang sulit, coba aku sederhanakan lagi.

“Keadaan seperti apa yang membuat aku merasa tidak nyaman dan memunculkan emosi negatif?”

Anganku kembali sebelum aku merasakan emosi negatif tersebut. Saat itu aku merasakan perut kosong dan rasa lemas tak bertenaga. Betapa kesalnya aku ketika aku tidak bisa memikirkan hal lain selain perasaan lapar yang menyiksa tapi mereka membeo tak jelas dan memuatku muak (yang kupikirkan saat itu). Ah mungkin memang lapar yang membuatku merasakan perasaan tidak nyaman sehingga dengan mudahnya menghasilkan emosi negatif.

Tapi tunggu, kadang kalau aku merasa perutku nyaman tetap saja aku bisa merasakan emosi negatif tersebut. Coba aku ingat kembali keadaanku pada waktu yang lain. Langit yang bergitu cerah dan matahari yang begitu terik, membuatku merasakan rasa yang tak nyaman. Ingin rasanya aku mengutuk perasaan gerah yang ku alami, tapi pada siapa? Aku tak punya jawaban yang tepat dan perasaan tidak nyaman tersbut terus terngiang dikepalaku. Bisa terbayangkan saat panas menyiksa dan tiba-tiba teman kamu mengeluhkan sesuatu, berasa pengen bilang “Bisa diem ngga si, berisik banget pusing nih”

Aku membayangkan “Seandainya tadi aku berada dalam keadaan nyaman apakah perbuatan orang tersebut tidak menggangguku?”

Setelah mengingat dan merasakan keadaan nyaman jawabannya adalah “Ya”, saat aku dalam keadaan nyaman pikiranku tidak dipenuhi dengan beban atau pikiran lain tentang lapar dan rasa panas. Pada saat nyaman pikiranku milikku, dan dengan mudah aku bisa mengisi dan memusatkan pikiranku pada hal yang aku anggap penting.

“Apakah keadaan nyaman selalu bisa meredam emosi negatif tersebut?“

Hmm sepertinya begitu. Tapi kalau dipikirkan lagi ada keadaan di mana aku ada di keadaan yang nyaman tapi emosi negatif itu tetap muncul. Kadang disaat aku khawatir akan masa depan, karir, keuangan, keluarga. Disaat tersebut pikiranku terbagi dan membuat aku kehilangan kontrol pikiran akan diriku sendiri kemudian dengan mudah emosi negatif itu muncul.

Mungkin aku tipe orang yang overthinking, selalu memikirkan yang belum terjadi. Mungkin aku orang yang terlalu takut untuk menghadapi/menyelesaikan/mencari jalan keluar atas semua permasalahan yang terjadi dan bertanggungjawab/merasakan dampak atas semua konsekuensi/keputusan/penyelesaian yang aku ambil? Entah itu masa depan, karir, keuangan dan/atau keluarga?

Manapun keadannya yang hanya ada dalam pikiranku atau yang selalu aku pikirkan kalau tidak diwujudkan dalam keadaan nyata hanya akan menjadi beban dan memenuhi pikiranku. Mungkin aku memang sudah berusaha, tapi tetap semua kemungkinan bisa terjadi dan itu semakin membuat pikiranku terbebani. Mungkin jalan satu-satunya yang aku dapat agar pikiranku tak terbagi adalah dengan mengikhlaskan bagaimanapun hasilnya atau menyerahkannya pada Tuhan.

Dengan demikian pikiranku tidak terpenuhi lagi dengan beban atau hal lain yang membuatku tidak bisa mengendalikan diriku untuk meredam emosi negatif.

Tenanglah diri, tak perlu sempurna cukup lakukan. Tenanglah diri, tak perlu kecewa bukankah salah juga bagian dari proses? Tenanglah diri, bagaimanapun hasilnya kamu sudah berusaha semaksimal mungkin, bukankah proses juga hasil? Tenanglah diri, karena bukan hasil yang jadi tujuan utama tapi menikmati dan menerima setiap jalannya kehidupan yang menjadi kunci utama kebahagiaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Edukasi Omah Partoredjan Jogjakarta

  Butuh review atau referensi wisata di Jogakarta? Butuh wisata yang bisa buat seru-seruan sama temen-temen atau keluarga? Butuh wisata yang engga ada edukasinya juga? Selamat anda ada di bacaan yang tepat (hehehe). Review kali ini akan membahas mengenai Rumah Partoredjan dan Desa Ekowisata Pancoh. Karena yang akan saya review terbagi menjadi dua maka akan dijabarkan satu per satu. Rumah Partoredjan Rumah Partoredjan merupakan salah satu wisata yang terletak di Pancoh, Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta . Jam opersional Rumah Partoredjan dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Menu makanan di tempat ini umumnya makanan tradisional dengan pilihan prasmanan atau menu paket. Harga makanan dan minuman di sini berada pada kisaran harga Rp 5.000 sampai dengan Rp 30.000. Menu Omah Partoredjan Rumah Partoredjan ini tempat makan keluarga yang sebagian besar semi out door (jadi kalo ujan agak basah-basah dikit). Suasana di Rumah Partoredjan sangat asri d...

Review Drama Korea : 18 Again

Drama Korea :18 Again (Gambar diambil dari Netflix) Lagi cari review 18 again? Atau lagi cari drama korea bertema keluarga dan pengalaman hidup sebagai pengantin baru? Drama ini cocok banget lhoo Sinopsis Drama ini berkisah tentang sepasang suami istri bernama Jung Da-jung (Kim Ha-neul) dan Hong Dae-young (Yoon Sang-hyun) yang sudah menikah selama 18 taun dan ingin bercerai karena ada suatu hal yang dirasa terlalu menyakitkan bagi Jung Da-jung. Awal kisah Hong Dae-young di masa mudanya dengan predikat pemain basket terbaik di SMA nya dan Jong Da-jung adalah gadis cantik berbakat yang mempunyai cita-cita sebagai News Ancor merupakan pasangan muda mudi di sekolah. Hong Dae-young yang akhirnya akan memulai langkah awalnya sebagai pebasket professional dan masuk ke Perguruan Tinggi dengan jalur prestasi basketnya, memutuskan untuk menggugurkan cita-citanya. Hal ini dilakukan demi kekasihnya Jong Da-jung karena Jong Da-jung telah hamil. Mereka memutuskan untuk menikah dan membesar...

Review Café Goolali Padma Semarang

Di sini ada yang suka banget makan dessert engga? Hari minggu kemaren aku sama temen aku keracunan konten tiktok yang ngebahas dessert di ambience di Goolali. Goolali ini bagian dari hotel Padma, salah satu hotel bintang 5 di Semarang. Goolali Hotel Padma terletak di lobby Hotel Padma yang beralamat di Jl. Sultan Agung No. 86, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dari jauh udah kelihatan sih Hotelnya, karena emang gedungnya tinggi dan logonya ada di bagian atas Gedung. Begitu sampai di lobby Hotel Padma kita masuk ke bagian pemeriksaan barang dan Goolali ada dibalik pintu masuk bagian ujung deket resepsionis dan taman. Tempatnya agak terbuka karena menyatu dengan lobby, resepsionis dan ruang tunggu hotel. Untuk yang agak privat mungkin bisa pilih bagian outdoor di deket taman yaa. Sebenernya aku sama temen aku juga pengennya di outdoor deket taman, tapi karena kebetulan saat itu rameee banget akhirnya kita putuskan buat duduk di dalem aja. Begitu sampai di e...