Semua orang pada saatnya pasti
bakal nikah. Tapi, pernah kepikiran ngga kalo nanti kamu nikah, kamu pengen ada
diposisi mana? Apakah kamu bakal jadi ibu dan istri yang mencurahkan semua
waktunya untuk keluarga? Apakah kamu bakal menjadi ibu, istri dan wanita karir yang
bisa membagi waktunya untuk keluarga dan pekerjaan?
Mungkin beberapa orang ada yang
bilang “Ah, itu mah pikirin nanti, nikah
aja dulu”, tapi ada juga yang mikir “Menikah
itu butuh persiapan mental, jadi engga ada salahnya mempersiapkan semuanya”.
Well, manapun pendapat kalian semua ngga salah. Toh setiap orang punya jalan dan cara berproses masing-masing kan?
Oke, tujuan aku bikin tulisan ini
adalah untuk belajar. So mari kita
belajar. Terlepas dari salah atau benar, aku cuma mau berbagi pengalaman dan cerita
yang aku dapet dari acara Shoot The Breeze oleh Imapala Space yang
berkolaborasi dengan Hepi.Inc dengan tema : “Living A Balance Life: Love,
Family & Marriage” pada hari Jumat, 21 Juni 2019 pukul 18.30 – 21.00.
Jadi di acara ini menghadirkan sosok
happy mom (IG : hepi_mommy) yaitu Agnes Aprilia founder Hepi.inc. Beliau adalah
Ibu, Istri dan Wanita karir yang bisa membagi waktunya untuk keluarga, suami
dan karirnya. Kita semua yang ada di acara ini dikasih bocoran tips dan trik
buat menyeimbangkan ketiganya.
Yang Pertama adalah PLANNING. Kamu ingin rumah tangga yang
seperti apa? Yang Istri bekerja dan suami bekerja kah? Istri full mom kah? Keluarga yang LDR atau
yang selalu bersama serumah kah? Kemudian, keuangan milik bersama dan dikelola
bersama kah? Kebiasaan yang bisa ditolerir dan tidak bisa ditolerir itu apa
aja? pencapaian yang ingin kamu capai, kegiatan yang ingin kamu lakukan atau
self improvement lainnya dan planning lainnya yang kalian sepakati.
Semua itu penting banget dibahas,
karena pada dasarnya pernikahan adalah komitmen. Ketika kedua belah pihak sudah
berkomitmen maka keduanya harus memenuhi komitmen mereka tersebut dan itu
menjadi dasar dari sebuah pernikahan.
Yang kedua adalah TIME MANAGEMENT. Yup, time management
penting banget , karena dengan time management kita bisa membagi waktu berharga
kita secara proporsional. Contoh penerapan time management buat ibu, istri
sekaligus wanita karir adalaah :
- Pagi bangun tidur waktunya ngurus anak dan suami. Mulai dari mastiin anak dan suami udah bangun, terus lanjut nyiapin makanan untuk sarapan, anter anak dan berangkat kerja.
- Seharian fokus kerja
- Pulangnya siapin makan malam. Manapun caranya entah itu masak, beli atau klik menu dan kirim semua pilihan sama aja.
- Bikin quality time bareng sama keluarga. Misal ngobrol seharian ngapain aja? Atau apapun gitu yang bisa bangun Chemistri (ceilaaa...)
- Sediain waktu me time buat diri sendiri itu penting. Mungkin kalian bisa menggunakan waktu kalian buat hal yang kalian suka. Misalnya nonton film, baca buku atau lain sebagainya. Engga harus sehari itu juga, mungkin bisa seminggu sekali.
Perlu diinget
yang terpenting adalah You are happy to
do that. Kalo misal pengennya masak tapi kamu capek, yauda si ngga usah dipaksain.
Karena yang wanita karir tau lah ya gimana capeknya pulang kerja ditambah harus
masak, apa ngga ya bikin bad mood dan kalo udah bad mood bakal bawa aura negatif
ke rumah dong. Ngobrol jadi engga enak, maunya dingertiin karena udah capek
kerja dan ngurus keluarga, maunya diem mulu karena bad mood. Padahal sepulang
kerja itu waktu yang pas banget bisa quality time sama keluarga lhoo.
Harus dengan
ikhlas ngelakuinnya biar ringan dan ngga kebawa emosi. Kalo misalnya masih ada
energi buat masak ya boleh-boleh aja kok masak. Intinya You are happy to do that.
Semua ini juga
harus dikomunikasiin dengan baik sama pasangan dan anak. Coba kalo misalnya si
suami maunya masak tapi kamu tiba-tiba malah beli masakan, kan jadi miss komunikasi dan akhirnya bikin pikiran
negatif yang bisa memicu pertengkaran.
Yang ketiga REVIEW, dari review
ini kita bakal tau mana aja planning dan time management kita yang ngga sesuai
atau gagal. Gagal bukan bearti salah, bahkan dari gagal kita bisa mencari mana
yang salah dan harus diperbaiki.
Yang keempat FLEXIBILITY, karena
ngga semua yang kita rencanakan bisa berjalan sesuai yang kita inginkan kita
juga butuh yang namanya felxibility. Kita ngga bisa terlalu strick dan bikin
diri sendiri tercekik dengan planning dan time management yang kita buat.
Dengan flexibility kita tau kapan saatnya kita strick kapan saatnya kita
menyesuaikan.
Yap itu dia tips dan trik yang
aku dapat dari acara ini. Sebenernya selain tips dan trik ini, masih banyak
lagi yang kita bicarakan, mulai dari komunikasi yang baik dengan pasangan dan
anak kita. Terus menghormati pasangan kita. Tapi kalo aku ceritain semua disini
terlalu panjang. So, sampe ketemu di tulisan selanjutnya. See you : )
Komentar
Posting Komentar
Thanks to read my blog :)