Langsung ke konten utama

Baca Buat Yang Suka Buru-buru

Pernah ngga si kalian udah bikin "to do list" yang berurutan tapi semua berantakan gara-gara ada temen atau rekan kerja yang butuh bantuan ke kamu dan maunya segera (saat itu juga)?

Gimana rasanya diposisi ini? Kalian kesel juga kek aku engga si?

Jadi pagi ini, bener-bener hectic karena udah saatnya closing laporan keuangan. Rekan kerja aku memburu proses yang lain yang harusnya dikerjain setelah to do list aku. Bikin laporan itu perlu proses dan itu harus berurutan dan kalo kedistrak bisa-bisa laporannya salah. Kalau laporan udah salah benerinnya harus ngulang lagi dan itu ribet banget.

Disaat aku kesel itu, entah gimana tiba-tiba kepikiran (yang menurut aku random banget) gimana kalau itu posisinya aku terburu-buru minta sesuatu ke Allah yang mungkin belum saatnya aku dikasih karena emang urutannya yang engga bisa diubah, kira-kira Allah kayak aku yang kesel ke temen aku engga ya? Beneran random banget kan pikiran aku tuh?

Aku inget banget ada disebutin "manusia sifatnya tergesa-gesa" di Al-Quran tapi aku lupa di surat dan ayat berapa. Barusan aku googling (wkwkwk)

"Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya" Al-Anbiya : 37

Karena inget kalo aku juga sama tergesa-gesanya kayak temen aku akhirnya aku memaklumi temen aku dan engga jadi kesel. Aku malah jadi mikir kayaknya aku juga selalu melakukan hal yang sama ke Allah. Aku selalu memaksa sesuatu dengan nangis dan meminta, pernah juga kesel karena cape nunggunya. Semoga Allah tidak marah dan semoga aku bisa lebih sabar menunggu waktu-Nya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wisata Edukasi Omah Partoredjan Jogjakarta

  Butuh review atau referensi wisata di Jogakarta? Butuh wisata yang bisa buat seru-seruan sama temen-temen atau keluarga? Butuh wisata yang engga ada edukasinya juga? Selamat anda ada di bacaan yang tepat (hehehe). Review kali ini akan membahas mengenai Rumah Partoredjan dan Desa Ekowisata Pancoh. Karena yang akan saya review terbagi menjadi dua maka akan dijabarkan satu per satu. Rumah Partoredjan Rumah Partoredjan merupakan salah satu wisata yang terletak di Pancoh, Girikerto, Kec. Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta . Jam opersional Rumah Partoredjan dari pukul 09.00 sampai dengan 17.00. Menu makanan di tempat ini umumnya makanan tradisional dengan pilihan prasmanan atau menu paket. Harga makanan dan minuman di sini berada pada kisaran harga Rp 5.000 sampai dengan Rp 30.000. Menu Omah Partoredjan Rumah Partoredjan ini tempat makan keluarga yang sebagian besar semi out door (jadi kalo ujan agak basah-basah dikit). Suasana di Rumah Partoredjan sangat asri d...

Review Café Goolali Padma Semarang

Di sini ada yang suka banget makan dessert engga? Hari minggu kemaren aku sama temen aku keracunan konten tiktok yang ngebahas dessert di ambience di Goolali. Goolali ini bagian dari hotel Padma, salah satu hotel bintang 5 di Semarang. Goolali Hotel Padma terletak di lobby Hotel Padma yang beralamat di Jl. Sultan Agung No. 86, Wonotingal, Kec. Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Dari jauh udah kelihatan sih Hotelnya, karena emang gedungnya tinggi dan logonya ada di bagian atas Gedung. Begitu sampai di lobby Hotel Padma kita masuk ke bagian pemeriksaan barang dan Goolali ada dibalik pintu masuk bagian ujung deket resepsionis dan taman. Tempatnya agak terbuka karena menyatu dengan lobby, resepsionis dan ruang tunggu hotel. Untuk yang agak privat mungkin bisa pilih bagian outdoor di deket taman yaa. Sebenernya aku sama temen aku juga pengennya di outdoor deket taman, tapi karena kebetulan saat itu rameee banget akhirnya kita putuskan buat duduk di dalem aja. Begitu sampai di e...

Prosesku Mengenali Diri Sendiri

Adakah dari kalian pernah menyesal setelah marah? Mungkin di sisi lain aku merasa lega karena meluapkan emosi, tapi setelah itu perasaan bersalah dan menyesal tiba-tiba muncul. Kalau ada kita sama. Ingin rasanya memutar waktu dan melarang diri untuk tidak marah dan meluapkannya. Ingin rasanya tetap tenang dan menyelesaikan hal tersebut dengan kepala dingin, tapi apa daya aku “kalah” dengan emosi negatif tersebut. Marah? Apa si itu marah? Dari mana datangnya marah? Apakah marah itu gangguan dari luar atau perasaan yang muncul atas ketakutanku yang tidak aku sadari? Pertanyaan-pertanyaan itu muncul ketika aku menyesali keadaanku yang “kalah” dan mengingat semua emosi negatif yang pernah aku keluarkan. Menggunakan pertanyaan tersebut aku mencoba mencari diriku. Aku mengingat kembali keadaan sebelum aku merasakan marah tersebut. Aku bertanya pada diri sendiri “Kenapa aku marah?” . Jawaban yang bisa aku dapat adalah karena perasaan tidak nyaman akan sesuatu keadaan atau p...