Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2022

Aku harus gimana deh?

“Aku harus gimana deh?” Satu pertanyaan itu yang bikin aku sadar kalo aku ngga bisa cuma marah sama seseorang tanpa jelasin apa yang bikin aku marah sama apa yang aku mau kalo lagi marah. Makasi ya buat yang udah nanya ini dan bikin aku sadar marah yang bener itu kayak gimana (kalo kamu baca). Semua orang punya kebiasaan dan pikiran mereka masing-masing. Kebiasaan sama pikiran itu yang kadang bikin selisih paham (menurut aku). Misalnya aja kebiasaan A harus bilang makasi, tapi kebiasaan B itu bukan keharusan. Secara engga sadar si A bakalan kesel nih dan marah tapi si B pasti engga tau deh penyebabnya apa. Seandainya si A bisa ngungkapin marahnya kenapa dan maunya apa pasti si B bakal ngelakuin hal itu. Sayangnya engga semua orang tau itu, yang mereka mau orang lain harus tau tanpa perlu dikasih tau. Mungkin karena bagi salah satu pihak, kebiasaan itu hal yang wajar dan umum dilakukan, jadi kebiasaan itu engga perlu dikomunikasikan. Padahal semua orang pasti punya kebiasaan yan...

Kutipan yang aku suka dari buku “Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah”

  Aku tau buku ini karena salah satu temanku pernah posting di story Isntagramnya, karena potongan halamannya sangat sesuai dengan yang aku rasain saat itu, aku jadi penasaran dan bertanya padanya tentang judul buku yang dia baca. Setelah aku tanya, temanku bilang kalau judul buku yang dia baca adalah Maaf Tuhan Aku Hampir Menyerah by Alfialghazi. Singkat cerita akhirnya aku beli buku itu dan benar memang isinya sangat umum terjadi diantara kita manusia. Ada satu kutipan yang sangat membekas dan lebih belajar menerima. “Andai semua orang menampakan kesedihannya barangkali tak tersisa lagi kebahagiaan di dunia ini, karena setiap hati pasti menyimpan perih. Namun nyatanya tidak begitu, ada yang memilih untuk menjadi kuat, tak berucap kecuali kesyukuran atas rasa sakit sekalipun. Bukan mereka tak pernah menangis, sering malah, tapi tangisnya itu jatuh hanya di hadapan pemilik semesta, selebihnya senyum yang lebih sering terlihat di wajah mereka. Tangguh, berusaha Tangguh” ...

Alasan Menulis Blog

Hmm tulisan aku kali ini sebenernya tergantung dari masing-masing orang sih, tapi kali ini aku mau berbagi cerita kenapa aku mau nulis blog. Semoga kalian tetap mau mendengarkan (membaca) dan mengerti alasan aku nulis blog ya :’) Okay let’s go! Menambah Pengalaman Aku engga banyak ikut kegiatan waktu aku jadi pelajar. Aku ngerasa banyak hal yang belum aku coba karena terlalu fokus buat lulus cepet (wkwkwk) that’s why aku pengen punya pengalaman baru yang belum pernah aku coba sebelumnya. Menambah Skill (Kemampuan) Sejujurnya aku ngerasa engga punya bakat nulis makanya aku pengen belajar nulis. Hmm engga ada guru buat belajar nulis blog bisa dibilang belajar engga ya? (Wkwkwk). Walopun aku ngerasa engga punya bakat nulis seenggaknya aku memuaskan diriku dengan terus berlatih menulis di blog ini. Berbagi Sudut Pandang Aku suka membaca karena aku selalu nemuin sudut pandang baru dari setiap bacaan yang aku temuin. Aku pengen aja gitu berbagi sudut pandang yang bisa jadi ta...

Terlalu Jujur Atau Didiamkan, Mana Yang Lebih Menyakitkan?

Mana yang paling menyakitkan? Kata-kata yang terlalu jujur atau perlakuan yang ngga peduli dan mendiamkan? Pernah ada teman yang bilang bilang “Aku engga suka ada orang yang bicaranya terlalu jujur karena itu menyakitkan, mending diem gitu lho” tapi aku pikir kalo diem aja juga sama menyakitkannya. Coba saja bayangkan kamu engga tau kamu punya salah apa tapi orang yang biasanya ramah dan cerewet engga ngajak kamu ngobrol sama sekali. Auto mikir keras kan andaaa? Sebaliknya bukan hanya yang didiamkan yang merasa bingung dan sakit tapi juga orang yang mendiamkan pun pasti merasa engga nyaman. Orang yang mendiamkan pikir orang yang didiamkan akan sadar dan mengambil inisiatif untuk melakukan yang dia mau, padahal itu engga akan terjadi tanpa komunikasi. Coba dipikir baik-baik, mana ada orang yang bisa bahasa batin? Hahaha Disisi lain mendengar orang berbicara jujur memang menyakitkan, karena biasanya orang yang mendengar akan merasa diserang sama kata-katanya. Padahal tujuannya mau...